u3-Capture_20260326_232421
“Ketika Fajar Menyingsing”

“Ketika Fajar Menyingsing”
Hazizi Ibnu Khaliq


Pagi terbangun oleh Arunika
Embun terjatuh meninggalkan Loka
Udara menyeruak bebas menembus dimensi
Seorang anak menjulang kaki
Di atas pondok kayu tua
Menghirup napas panjang
Sembari memejam mata membayang eunoia

Suara-suara semesta berserakan
Membentuk resonansi
Merangkai sebuah elegi
Jasad dan bumi menjalin harmoni
Sedang alam dan pikiran bergandengan
Keduanya melebur pada kebebasan

Daun kering tergulung angin
Gugur meninggalkan ranting
Melayang menjemput takdir
Menutup kembali tapak-tapak kaki
Seekor bunglon tegak mendongak
Menunggu seseorang menyapu jalan

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait