“Ketika Fajar Menyingsing”
Hazizi Ibnu Khaliq

Pagi terbangun oleh Arunika
Embun terjatuh meninggalkan Loka
Udara menyeruak bebas menembus dimensi
Seorang anak menjulang kaki
Di atas pondok kayu tua
Menghirup napas panjang
Sembari memejam mata membayang eunoia
Suara-suara semesta berserakan
Membentuk resonansi
Merangkai sebuah elegi
Jasad dan bumi menjalin harmoni
Sedang alam dan pikiran bergandengan
Keduanya melebur pada kebebasan
Daun kering tergulung angin
Gugur meninggalkan ranting
Melayang menjemput takdir
Menutup kembali tapak-tapak kaki
Seekor bunglon tegak mendongak
Menunggu seseorang menyapu jalan
